Contoh Karangan Narasi

Contoh Karangan Narasi sering kita temui pada pementasan seni, dimana narasi dibacakan kemudian para seniman melakukan gerakan sesuai dengan narasi tersebut. Narasi adalah tulisan yang berupa karangan dari seseorang  yang berisi ide, hal yang sebenarnya, maupun fiksi yang menjadi sebuah cerita yang memakai alur dan plot. Secara sederhana narasi bisa kita defenisikan sebagai cerita. Cerita ini bisa fiksi maupun non fiksi. Contoh narasi fiksi adalah novel, cerita pendek, cerita bersambung, dan komik. Contoh narasi non fiksi adalah biografi, otobiografi, cerita tentang keindahan suatu tempat, tentang pengalaman spiritual, dan segala sesuatu yang bersifat factual. Narasi harus menarik dan membuat pendengar ataupun pembaca tidak beranjak dari tempatnya. Untuk itu dalam penulisan narasi penulis harus memperhatikan pemilihan kata dan kalimat yang membuat pembaca ataupun pendengar penasaran.
 
Kemudian diteruskan dengan konflik cerita yang mulai menuju klimaks dari cerita tersebut. Diakhir narasi penulis bisa mengembangkan cerita,menjelaskan permasalahan, membuat kesimpulan atau bahkan tetap membuat pembaca dan pendengar penasaran. Hal ini bisa membuat cerita anda akan semakin menarik dan tidak membosankan. Sebagai referensi ini adalah Contoh Karangan Narasi yang bisa anda baca, berikut ini:
 
Memasuki jalan setapak yang ditutupi lumut di sana sini aku berhati-hati menjejakkan kakiku. Tidak terasa sudah 1 jam aku berjalan tapi entah mengapa tak seorangpun yang ku temui. Biasanya aku akan berpapasan dengan bu Jum yang setiap pagi ke hutan kecil ini untuk mencari daun pisang. Atau dengan pak Hasan dengan cangkul di pundaknya yang akan ke ladang singkongnya di pinggir sungai kecil itu. Kutengadahkan kepalaku ke atas, sepertinya hari mau hujan langit sedikit hitam dan udara agak dingin. Aku melihat ke kanan dan ke kiri, masih tak ada seorangpun, sepinya. Tapi mengapa aku merasa lebih sepi hatiku dari pada hari ini. Sejak Sofie meninggal dua bulan lalu rasa sepi ini seperti bayangan yang selalu mengikutiku. Biasanya kami berjalan berduaan menyusuri jalan setapak menuju sungai kecil untuk sekedar duduk mencari inspirasi bagi tulisan kami masing-masing. Sreeeeeek….treek..suara apa itu dalam hatiku bertanya, aku melihat ke samping kanan, seperti ada bayangan yang melintas. Aah…aku menguatkan diri…bukan siapa-siapa gumamku. Aku terus berjalan perlahan dan terhenti tiba-tiba, bayangan yang tadi kulihat ada di depanku bersama kabut yang sedikit hitam sehingga aku tidak begitu jelas. Namun semakin kupandang ….semakin jelas terlihat itu Sofie. Aku menjerit memanggil namanya Sofiiiiiiie….dia tidak memandangku, tidak melihatku, dia berlari..semakin lama semakin kencang. Aku mengejar dan berteriak memanggil namanya…Sooooffiiie…… Walau sekuat tenaga aku tidak bisa mengejarnya. Oh Sofieku….kaukah itu atau hanya bayangan kerinduanku padamu, atau engkau datang menemuiku untuk menghilangkan rindumu. Sofie…panggilku lirih. Aku terdiam di tengah hutan memandang arah kau menghilang diterpa angin yang kian dingin dan rintik gerimis yang mulai turun satu persatu.
 
Contoh Karangan Narasi ini berupa cerita pendek yang bisa menjadi referensi anda dalam menulis narasi anda sendiri, semoga bermanfaat.

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter